Stabat,Langkat-Memasuki Oktober 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat di bawah pimpinan Kadis *Hendrik Tarigan,S.Pt, M.M.A* fokus pada 3 isu besar sesuai musim tanam gadu II dan fenomena El Nino.
*1. ANTISIPASI EL NINO & GAGAL PANEN (1-10 Oktober 2026)*
BPS Pusat merilis per 1 Oktober 2026, produksi beras nasional September-November diprediksi turun 11,95% karena El Nino. Lahan _standing crop_ padi Agustus hanya 28% (turun dari tahun lalu 31-34%).
Menindaklanjuti itu, pada awal Oktober ini Hendrik Tarigan perintahkan seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di 23 Kecamatan untuk:
- Percepat distribusi *Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)*. Kementan alokasikan 100.000 hektare sawah di Sumut termasuk Langkat untuk AUTP 2026, untuk antisipasi kekeringan dan serangan OPT.
- Siagakan pompanisasi di sawah tadah hujan, seperti contoh sukses di Sidrap yang panen 6,4 Ton/Ha walau kemarau.
*2. KRISIS IRIGASI SECANGGANG - ANCAMAN ALIH FUNGSI KE SAWIT*
Pada 8 Oktober 2026, petani Desa Kebun Kelapa, Sei Ular, Tanjung Ibus dan Hinai Kiri Kecamatan Secanggang mengadu ke DPRD Langkat. Mereka hanya bisa tanam 1x setahun karena tidak ada irigasi. Hasil saat ini 5-6 Ton/Ha, bisa 7 Ton/Ha kalau ada irigasi dari Sungai Wampu.
Ketua DPRD Sribana Perangin Angin dan Kadis Pertanian Hendrik Tarigan sepakat: solusi jangka pendek 1 pompa untuk 10 Ha sawah, jangka panjang butuh anggaran besar untuk jaringan irigasi permanen. Jika tidak ditangani, petani Secanggang mengancam alih fungsi sawah jadi kebun sawit.
*3. TINDAKLANJUT PUNGLI PUPUK & KONDISI KANTOR*
Pasca kasus dugaan pungli pupuk Mei 2026 oleh distributor CV Putri Bumi Sriwijaya, tim KP3 (Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida) yang dibentuk Hendrik Tarigan turun langsung ke lapangan di Kecamatan Selesai dan Sirapit pada Oktober ini.
"Jika ada keluhan terkait distribusi pupuk, tim KP3 akan turun langsung," tegas Hendrik.
Sementara kondisi kantor Dinas Pertanian di Stabat yang sempat viral 22 September 2026 karena kurang terawat, mulai direnovasi ringan di bulan Oktober ini.
*Agenda minggu ini (13 Oktober 2026):* Hendrik Tarigan dijadwalkan panen raya di Kecamatan Hinai dan Wampu bersama kelompok tani, untuk cek harga gabah Bulog Rp 6.500/Kg.
(Boyan S)

0 Komentar