Langkat - Upaya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan terus dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. di kabupaten Langkat , ratusan warga berkumpul dalam workshop bertajuk Cerdas Finansial dengan Emas, yang menghadirkan ruang belajar sekaligus refleksi tentang pentingnya perencanaan masa depan. Serapit 18/10/2026.
Kegiatan yang digelar dinkecamatan Serapit kabupaten Langkat pada Sabtu, 17 Oktober 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Pegadaian (Persero) dan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatra Utara III, H.Nasril Bahar SE.
Workshop ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya dalam memahami emas sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif stabil.
Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, masyarakat diajak untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial, sekaligus memahami cara mengelola risiko agar tetap mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik.
Pimpinan Cabang Pegadaian Langkat, Friska Mariaty, menggencarkan digitalisasi melalui edukasi dan jangkauan layanan aktif. Tim Sahabat Emas Pegadaian Perdamaian (TSEPP) hadir menyasar langsung ke masyarakat untuk memberikan solusi investasi dan proteksi keuangan berbasis emas.
Assistant Manager PT Pegadaian Cabang Langkat, *Rizki Prabowo*, menyampaikan data internal yang menunjukkan tren positif. Pengguna aktif aplikasi naik 64% dibanding tahun lalu, 56% pengguna berasal dari wilayah non-metropolitan yang menunjukkan daya jangkau luar kota semakin luas, dan transaksi tabungan emas digital mencapai sekitar Rp 1,5 triliun dalam 6 bulan terakhir.
Literasi Keuangan Lewat Emas, Ratusan Warga Ikuti Workshop Cerdas Finansial
PAN Langkat Dapil Sumut III di Sirapit, Targetkan Pembentukan Relawan Hingga 277 Desa.
Sementara Nasril Bahar menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih bijak dalam berinvestasi, sehingga keuntungan dapat diraih dengan risiko yang terukur. Selain itu, melalui dukungan Pegadaian, pelaku UMKM juga mendapatkan pembekalan berupa financial coaching yang mencakup literasi investasi dan manajemen keuangan.
Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat dalam mengelola keuangan pribadi, tetapi juga mendorong kebangkitan usaha mikro agar lebih tangguh menghadapi tantangan ekonomi.
Melalui kegiatan ini, edukasi finansial tidak lagi terasa jauh atau rumit, melainkan hadir sebagai pengetahuan yang relevan dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari Simalungun, harapan itu tumbuh bahwa dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat melangkah lebih pasti dalam merencanakan masa depan yang lebih sejahtera.
(Boyan S)

0 Komentar