BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner


PADANG — Gangguan distribusi air bersih kembali terjadi di Kota Padang. Kali ini, kebocoran pada pipa utama berdiameter besar DN 250 PVC di kawasan Kampung Jambak, Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, memaksa Perumda Air Minum Kota Padang melakukan perbaikan darurat sejak Jumat (1/5/2026).


Insiden tersebut berdampak langsung terhadap distribusi air di sejumlah kawasan padat penduduk. Pipa DN 250 diketahui menjadi salah satu jalur utama distribusi air bersih bagi pelanggan di wilayah utara Kota Padang.


Akibat kebocoran itu, tekanan air di beberapa kawasan mengalami penurunan drastis, bahkan terhenti total di sejumlah titik pelanggan.


Wilayah yang terdampak meliputi Komplek Cihad Meranti 2, Komplek Lubuk Gading 5, Komplek Mutiara Putih, Kampung Jambak, Lubuk Buaya, Villa Padang Sarai dan sekitarnya. Warga diimbau mengantisipasi gangguan suplai air hingga proses perbaikan selesai dilakukan.


Perumda Air Minum Kota Padang menyebutkan pekerjaan perbaikan dilakukan secara intensif guna mempercepat normalisasi distribusi air kepada pelanggan. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih luas pada jaringan distribusi utama.


Kabag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, , mengatakan kebocoran pada pipa utama bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga berkaitan dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Setiap kebocoran yang hilang itu bukan sekadar angka dalam laporan, tapi hak pelanggan yang harus kami jaga. Karena itu, ketika ada kebocoran besar seperti ini, kami turun bersama-sama secara cepat dan tepat,” ujarnya.


Ia menambahkan, proses pekerjaan di lapangan membutuhkan kehati-hatian agar perbaikan berjalan maksimal dan aman, meski di sisi lain masyarakat berharap distribusi air segera kembali normal.


“Kami memilih bekerja siang dan malam demi menjaga agar distribusi air segera kembali normal. Ini bukan hanya soal teknis, tapi tentang kepentingan jangka panjang pelanggan,” katanya.


Menurutnya, tim teknis juga terus melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi untuk meminimalkan potensi gangguan serupa di masa mendatang. Masyarakat diminta tetap tenang dan menggunakan air secara bijak selama proses perbaikan berlangsung.


“Kami tidak ingin sekadar minta maaf, tapi juga menunjukkan bahwa setiap gangguan akan ditangani dengan keseriusan penuh. Kepercayaan pelanggan adalah hal utama yang harus kami jaga,” tutupnya.


Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.onenewsindonesia.top, Terima kasih telah berkunjung, selamat membaca, tertanda Pemimpin Redaksi: Fitrya Sari