BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Beruang Madu di Sinuruik "Mengabaikan" Perangkap BKSDA: Malah Asyik Mangsa Ternak Warga!

 


​Talamau Pasaman Barat, onenewsindonesia.id -Teror beruang madu di Kampung Kaluai, Jorong Benteng, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, hingga kini belum juga berakhir. Meski pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah memasang perangkap di lokasi yang sering dilalui, satwa liar tersebut dilaporkan masih bebas berkeliaran dan kian meresahkan warga.

​Berdasarkan keterangan warga setempat pada Jumat pagi (5/6/2026), keberadaan beruang madu tersebut masih terlihat jelas di sekitar pemukiman. Hewan buas ini diduga kuat sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar manusia, sehingga kehadirannya tidak lagi disertai rasa takut layaknya satwa liar pada umumnya.

​"Beruangnya seperti sudah biasa beradaptasi dengan manusia. Bahkan, umpan di dalam perangkap yang dipasang BKSDA pun sudah tidak mau dia dekati lagi. Dia seperti tahu kalau itu jebakan," ujar salah seorang warga Kampung Kaluai yang enggan disebutkan namanya.

​Ketakutan warga kian memuncak karena beruang madu tersebut kini mulai mengincar hewan ternak sebagai sumber makanan utama. Setiap malam, kandang-kandang ayam milik warga kerap dibobol. Satwa dilindungi tersebut menjadikan ternak ayam warga sebagai santapan empuk, yang memicu kerugian materiil tidak sedikit bagi masyarakat setempat.

​Kondisi ini membuat aktivitas warga di malam dan pagi hari menjadi sangat terbatas karena diselimuti rasa cemas akan keselamatan jiwa mereka.

​Lambatnya proses evakuasi dan kegagalan perangkap memancing reaksi dari masyarakat Nagari Sinuruik. Warga mulai mempertanyakan bagaimana bentuk tanggung jawab serta langkah konkret selanjutnya dari pihak BKSDA dan instansi terkait.

​Masyarakat menilai, penanganan satwa liar ini tidak bisa lagi menggunakan cara-cara biasa yang terbukti sudah tidak efektif. Jika terus dibiarkan tanpa ada tindakan evakuasi alternatif seperti penembakan bius atau patroli malam intensif warga khawatir konflik antara manusia dan satwa ini akan memakan korban jiwa atau memicu aksi anarkis warga terhadap satwa dilindungi tersebut demi membela diri.

​Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak BKSDA segera turun kembali ke lapangan dengan strategi baru yang lebih taktis sebelum kerugian yang dialami masyarakat semakin meluas.

( Pena Keumatan )

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.onenewsindonesia.top, Terima kasih telah berkunjung, selamat membaca, tertanda Pemimpin Redaksi: Fitrya Sari