JATENG , ONE NEWS INDONESIA.COM |πΊπππππ, πππππ’ππ πΎππππππ πππππ π πππ’ππ πππ π€π π¦πππ π»πππππ ππ’π‘π’π Tak salah jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal membuat boarding school bagi anak-anak kurang mampu di berbagai daerah. Rencana ini dilakukan setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu meninjau SMK Jawa Tengah di Semarang bersama Ganjar Pranowo.
Ditengah banyaknya anak putus sekolah di berbagai daerah, Ganjar Pranowo, membuat terobosan penting dalam membangun kembali mimpi-mimpi anak yang pernah nyaris patah arang mengejar cita-citanya berpendidikan.
SMK Jateng. Menjadi salah satu rumah baru bagi anak-anak kurang mampu untuk kembali merajut mimpinya duduk di bangku sekolah kejuruan. Dan tak hanya sekolah, hidup mereka dijamin di sekolah berasrama itu.
Sandang, pangan, dan asrama sebagai ‘papan’ para siswa dicukupi. Mereka tak boleh lagi tertutup matanya karena dihantui keterbatasan. Tak ada lagi ketakutan putus sekolah, yang muncul hanya harapan dan semangat melanjutkan hidup.
1.837 siswa telah lulus dari sekolah yang berdiri sejak 2014 lalu. Mereka telah lepas menjadi pribadi-pribadi baru bak burung yang dulunya pernah terkungkung kekurangmampuan, kini mereka telah bersangkar di berbagai sektor. Ada di industri, pemerintahan, dan wirausaha.
Teknik Konstruksi dan Properti, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Elektronika Industri, dan Teknik Pemesinan menjadi ruang-ruang mereka dibentuk. Tentu, setelah lulus mereka punya keahlian sesuai jurusannya.
Bayangkan saja, jika mereka tak masuk ke sekolah gratis ini, bagaimana cara mereka merajut mimpinya? Memang nasib dan rejeki rejeki telah diatur. Namun, ikhtiar juga lebih kuat dalam menentukan nasib dan rejeki mereka di masa mendatang. Artinya, SMK Jateng ini menjadi jalur pendakian mereka untuk menuju puncak, menuju harapan dan cita-citanya.
Sistem sekolah ini yang kemudian dilirik Jokowi untuk diperbanyak dan dikembangkan di berbagai daerah. Alasannya?
Jokowi adalah pemimpin yang objektif. Dirinya tahu harus ada SMK Jateng - SMK Jateng lain di berbagai daerah— dengan sistem dan outcome yang sama untuk mengentaskan berbagai hal, utamanya persoalan kemiskinan dan pendidikan.
Rencana ini, menjadi sangat penting karena negara akan menghadapi bonus demografi di 2030 nanti untuk menyambut Indonesia Emas, Indonesia satu abad di 2045 nanti. Bagaimana bisa mencapai Indonesia Emas jika para penerusnya tak dipersiapkan dari sekarang, jika anak-anaknya masih terbelunggu soal ‘tak sekolah karena biaya’?
Maka langkah ini sedianya memang harus dilakukan. Agar Indonesia ini semakin inklusif. Wujud jaminan hak atas pendidikan warganya juga terwujud. Dan barang tentu sebagai upaya menekan angka kemiskinan ekstrem seperti yang ditargetkan Presiden ke-7 RI ini.
Ribuan anak-anak itu dirancang untuk menjadi pemimpin-pemimpin baru masa depan. Minimal, mereka menjadi mandiri setelah 3 tahun menempuh hidup di asrama tanpa bayang-bayang orang tua.
Ingat, tangan emas pemimpin besar bisa dilihat dari mana dia bisa menghidupi rakyatnya sekaligus berhasil mencetak generasi pemimpin pula. Dan itu sudah difikirkan betul oleh Ganjar.
Dia tahu, mutiara tidak ditemukan dipermukaan laut, tapi di dasar-dasar karang; nahkoda mumpuni tak dibentuk dari ombak yang tenang; pilot handal bermula dari turbulensi hebat; dan calon pemimpin memang ditempa dari kerasnya hidup yang pernah mereka jalani.
Untuk itu, Ganjar mengangkat mutiara-mutiara itu, dia membentuk nahkoda-nahkoda tangguh yang mampu melawan terjangan ombak jaman, mecetak pilot-pilot pesawat siap tempur untuk menghadapi cepatnya laju teknologi. Pun, Ganjar juga membuat anak-anak SMK Jateng itu siap menjadi pribadi terbaik meski pernah dalam keterbatasan.
Ganjar selalu punya cara untuk mendedikasikan diri untuk negeri. Maka dari Jawa Tengah, semoga akan terwujud sekolah-sekolah semacam ini. Jika rencana ini belum terwujud di era Jokowi, maka Ganjarlah yang pasti akan mewujudkannya.
(Dedi Handoko)

0 Komentar