BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Perumda Air Minum Padang Optimalkan Intake Kampung Koto dan Lubuk Peraku Pascabencana

 


PADANG — Perumda Air Minum Kota Padang terus melakukan pemulihan dan optimalisasi sejumlah infrastruktur sumber air baku yang terdampak bencana. Upaya tersebut dilakukan untuk mengembalikan kemampuan pengambilan dan pengolahan air baku sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat kembali berjalan secara maksimal.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Febrizal, mengatakan optimalisasi saat ini difokuskan antara lain pada Intake Kampung Koto dan Intake Lubuk Peraku.

“Intake dan beberapa infrastruktur lain yang terdampak masih dalam proses pemulihan dan optimalisasi. Termasuk Intake Lubuk Peraku, yang saat ini juga sedang kita optimalkan agar dapat menunjang peningkatan pelayanan,” kata Hendra.

Menurut Hendra, salah satu tantangan dalam proses pemulihan adalah tingginya tingkat kekeruhan air baku. Kondisi tersebut diperparah dengan sejumlah infrastruktur yang belum sepenuhnya kembali pulih sehingga meningkatkan beban instalasi pengolahan air.

Karena itu, Perumda Air Minum harus melakukan penyesuaian terhadap kapasitas produksi serta menerapkan proses pengolahan secara lebih hati-hati untuk memastikan kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat tetap memenuhi standar.

“Petugas kami tetap bekerja maksimal. Dalam kondisi seperti ini, yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana kualitas produk tetap terjaga dan pelayanan kepada pelanggan terus berjalan,” ujarnya.

Pemulihan Didukung Rp82 Miliar

Pemulihan infrastruktur pascabencana tersebut turut mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dengan nilai anggaran sekitar Rp82 miliar.

Hendra menjelaskan, Perumda Air Minum Kota Padang bukan merupakan pelaksana utama pekerjaan tersebut. Perusahaan hanya berperan mendampingi proses pemetaan kebutuhan serta mengidentifikasi fasilitas yang terdampak.

“Perumda hanya bertindak sebagai pendamping dalam pemetaan kegiatan. Pekerjaan dilaksanakan Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Dukungan ini diarahkan untuk pemulihan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan serta produk pascabencana,” jelasnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan berbagai infrastruktur yang mengalami kerusakan sekaligus memperkuat sistem penyediaan air baku untuk menunjang pelayanan kepada pelanggan.

Perumda Tegaskan Batas Kewenangan Soal Sampah

Sementara itu, terkait persoalan pengelolaan dan pengendalian sampah yang turut dipersoalkan dalam aksi Gerakan Masyarakat Muda Merah Putih (GMMP), Hendra menegaskan bahwa keterlibatan Perumda Air Minum Kota Padang hanya sebatas pemungutan iuran sampah berdasarkan penugasan Pemerintah Kota Padang.

“Perumda Air Minum hanya membantu pemungutan iuran sampah sebagaimana mandat Pemerintah Kota Padang. Operator teknis pengangkutan, pengelolaan, dan pengendalian sampah berada di Dinas Lingkungan Hidup. Hasil pungutannya langsung disetorkan ke rekening DLH Kota Padang,” tegas Hendra.

Ia berharap masyarakat dapat bersabar selama proses pemulihan dan optimalisasi infrastruktur berlangsung. Menurutnya, seluruh tim teknis masih bekerja untuk memastikan fasilitas yang terdampak bencana dapat kembali berfungsi secara optimal.

“Kami memahami keluhan masyarakat. Seluruh tim masih bekerja maksimal agar infrastruktur pascabencana kembali berfungsi optimal, kualitas air semakin baik, dan pelayanan kepada pelanggan terus meningkat. Kami berharap masyarakat dapat bersabar selama proses pemulihan ini,” tutup Hendra. (**)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.onenewsindonesia.top, Terima kasih telah berkunjung, selamat membaca, tertanda Pemimpin Redaksi: Fitrya Sari