Pasaman Barat, onenewsindonesia.id Keresahan mendalam kini tengah menyelimuti warga Jorong Paraman, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi setelah seekor beruang madu (Helarctos malayanus) dilaporkan kian berani berkeliaran di sekitar rumah warga hingga dini hari tadi, Sabtu (6/6/2026).
Meski laporan mengenai kemunculan satwa dilindungi ini sudah cukup lama mencuat, hingga kini upaya evakuasi atau penangkapan oleh pihak berwenang belum juga membuahkan hasil. Sebaliknya, sang beruang justru terlihat semakin "terbiasa" dan tidak takut lagi dengan keberadaan manusia di area perkampungan.
Apa yang awalnya hanya sekadar desas-desus kini telah menjadi pemandangan sehari-hari yang mengerikan bagi warga Jorong Paraman. Satwa liar tersebut kerap terlihat memakan herwan ternak, merusak tanaman, bahkan berjalan santai di halaman rumah warga, terutama pada malam hari.
Kondisi ini seketika mengubah total urat nadi kehidupan dan aktivitas perekonomian masyarakat setempat, warga yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pekebun kini didera ketakutan hebat untuk pergi ke ladang., aktivitas bermain di luar rumah dihentikan total. Orang tua diliputi kecemasan mendalam setiap kali anak-anak berangkat atau pulang sekolah.
"Kampung Mati" saat Malam, begitu matahari terbenam, suasana kampung mendadak sepi senyap. Warga memilih mengunci rapat seluruh pintu dan jendela rumah mereka demi keselamatan.
Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan betapa mencekamnya situasi psikologis yang harus mereka hadapi setiap harinya akibat teror beruang ini.
"Kami seperti dipenjara di rumah sendiri. Mau keluar ke warung sebelah saja rasanya was-was. Kita tidak pernah tahu kapan beruang itu tiba-tiba muncul dari balik semak-semak. Kami mohon, tolong segera ditangkap sebelum jatuh korban jiwa," ujarnya dengan nada penuh kecemasan.
Hingga saat ini, beberapa kandang jebak sebenarnya telah dipasang di sejumlah titik yang dinilai rawan. Namun, beruang madu yang dikenal memiliki insting kuat dan cerdik ini selalu berhasil menghindari jebakan petugas.
Warga menegaskan bahwa mereka sangat memahami status beruang madu sebagai satwa yang dilindungi undang-undang. Oleh karena itu, masyarakat setempat memilih menahan diri dan tidak ingin mengambil tindakan sendiri yang dapat membahayakan satwa maupun keselamatan diri mereka sendiri.
Kendati demikian, seiring berjalannya waktu, kesabaran dan rasa aman warga kian menipis. Masyarakat Jorong Paraman sangat berharap adanya tindakan yang lebih masif, taktis, dan cepat dari pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat serta aparat terkait sebelum konflik ini memakan korban.
(Pena Keumatan)

0 Komentar